sajian saat menunggu berbuka

kedatanganmu kusambut

kedatanganmu kusambut di cafe ini
dengan suka cita dan segenap cinta
setahun sudah aku memanti hadirmu
di cafe ini selalu kutanam rindu

kupeluk hari-hari bersamamu
dengan setangkup rasa takut
tahun depan aku tak berada di cafe ini.

mari nikmati makanan cinta kita

dinda, mari kita nikmati semangkuk kurma
sajian pembuka selepas berpuasa
ajaklah anak-anak kita untuk bersila
tuntunlah mereka untuk berdo’a
semoga lapar dan dahaga kita jadi pahala

hilang sudah lapar-dahaga mu

hilang sudah lapar-dahagamu, anak-anaku
setelah seharian merajuk dan sedikit cemberut
kini kau ceria menikmati sajian yang tak kau makan
petasan dan kembang api itu membuatmu kenyang
kulihat bola matamu berbinar saat sumbu kau nyalakan
tapi kenapa kau dan aku mesti tutup telinga untuk menikmatinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: